Chapter 3 of 9
Crawler membaca protokol sebelum desain. Status HTTP harus mencerminkan keadaan resource secara jujur.
| Status | Makna | Penggunaan |
|---|---|---|
| 200 | Tersedia | Halaman normal |
| 301/308 | Pindah permanen | Migrasi URL |
| 302/307 | Pindah sementara | Maintenance singkat |
| 404 | Tidak ditemukan | URL salah atau hilang |
| 410 | Dihapus permanen | Penghapusan disengaja |
| 429 | Terlalu banyak request | Rate limit + Retry-After |
| 500 | Error aplikasi | Kegagalan tak terduga |
| 503 | Sementara tak tersedia | Maintenance + Retry-After |
Soft 404 terjadi saat halaman error mengembalikan 200. Halaman tanpa hasil valid harus mengembalikan 404.
Batasi redirect menjadi satu hop. Chain memperlambat crawl dan menambah failure point.
Gunakan CDN untuk resource yang aman di-cache. Tetapkan Cache-Control, ETag, atau Last-Modified sesuai karakter resource. Jangan cache respons personal sebagai publik. Saat maintenance, gunakan 503 dan Retry-After, bukan 200 dengan halaman kosong.
Log teknis sebaiknya memuat timestamp, path, status, latency, kategori user-agent, cache status, dan request ID tanpa data pribadi yang tidak diperlukan. Pantau distribusi status, p95 latency crawler, URL paling sering di-crawl, dan tren 5xx.